Pengertian Ilmu Ruqyah

Pengertian Ilmu Ruqyah - Ruqyah berasal dari bahasa Arab yang berartikan  jampi-jampi atau mantra-mantra, suatu metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada objek yang akan disembuhkan, atau media-media lain yang digunakan.

Secara umum, Ilmu Ruqyah  terbagi dua yaitu ruqyah syar'iyah dan ruqyah syirkiyah.
Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur'an, Sedangkan Ruqyah Syirkiyah adalah yang biasa dipraktikkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi atau mantra.



Di dalam Islam, metode ruqyah sering dipakai untuk menyembuhkan jiwa-jiwa yang terkontaminasi oleh jin. Juga sebagai penjagaan diri terhadap serangan-serangan jahat dari luar, terkhusus yang sifatnya ghaib.

Sebagaimana dinukil dari "Fathul Majid", Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

Sedangkan ruqyah syirkiyah adalah mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan. Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin. Yang seperti ini jelas syirik. Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dia mendengar rasulullah bersabda,
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet adalah syirik.” 
Hadits ini menunjukkan akan adanya jampi-jampi atau mantra-mantra yang mengandung kesyirikan.

 Lalu bagaimana hukum ruqyah dalam Islam? Sejak zaman Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam ruqyah telah ada bahkan ketika masa jahiliyah. Sesudah kedatangan Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam, metode ruqyah diperbaharui dengan cara-cara islami. Yaitu ketika surat An-naas dan Al falaq turun.
Dari Aisyah ra, Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam selalu membaca kedua surat tersebut dan meniupkannya ke telapak tangan kemudian mengusapkan ke kepala, wajah, dan anggota tubuhnya.

Dari Abu Said: “Rasullullah Shallalahu ‘alaihi wasallam dahulu ketika berlindung dari pengaruh mata jin dan manusia, ketika turun dua surah tersebut, Beliau mengganti dengan keduanya dan meninggalkannya”(HR At-Tirmidzi).

Dari Auf bin Malik Al Asyja’i berkata,”Dulu kami meruqyah di masa jahiliyah dan kami bertanya,”Wahai Rosulluloh bagaimana pendapatmu?” Maka Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Perlihatkan padaku ruqyah kalian. Tidak apa-apa dengan ruqyah jika tidak mengandung kemusyrikan.” (HR. Muslim)



Sumber : Wikipedia tentang Pengertian Ilmu Ruqyah


0 komentar:

Posting Komentar