Kenapa Peruqyah Terkadang Sakit Setelah Meruqyah?

Kenapa Peruqyah Terkadang Sakit Setelah Meruqyah? - Fenomena sakitnya seorang peruqyah setelah meruqyah orang lain banyak sekali terjadi,dan kejadian ini perlu kita perjelas penyebabnya agar masalah ini terang atau jelas hingga kita bisa mengambil ibrah dari kejadian-kejadian yang telah terjadi pada beberapa orang "peruqyah diserang jin"

Banyak peruqyah sebelum menjadi seorang praktisi dahulunya adalah pasien ruqyah, dahulunya mereka sebelum menjadi peruqyah sangat rentan mengalami serangan jin dan sihir, bahkan penyakit-penyakit yang tidak terdeketsi oleh medis, sehingga peruqyah menyarankan mereka untuk ruqyah mandiri.

 Jin dan setan ini didalam tubuhnya mengelabui peruqyah tersebut dengan cara berpura-pura keluar,atau bersembunyi,dan dia merasakan keluhan-keluhannya  telah hilang,dan berkeyakinan penyakitnya sudah sembuh.Akhirnya peruqyah ini berhenti melakukan ruqyah mandiri dan mulai meruqyah orang lain hal ini banyak sekali terjadi, kadang-kadang dengan tujuan mulia yaitu memberikan manfaat kepada orang lain, membantu orang lain atau kadang dengan tujuan atau niat yang salah dan buruk yaitu untuk memperkaya diri sendiri,atau dengan tujuan agar ingin terkenal.

Akhirnya peruqyah ini disibukkan oleh kegiatan-kegiatan meruqyah orang lain,dan melupakan atau melalaikan semua yang dulunya rutin mereka lakukan (ruqyah mandiri) untuk mendapatkan kesembuhan,karena berpikir mereka memang sudah sembuh,dan itulah yang mereka rasakan, sehingga mereka lalai bahkan mengabaikan benteng perlindungan ghaib mereka terhadap jin, setan dan sihir

Baca Juga : Membangun Benteng Perisai Ghaib Dari Jin, Setan Dan Sihir

Seharusnya setiap peruqyah itu apalagi yang dulunya pernah mengalami gangguan tetap melakukan program-program ruqyah mandiri rutin untuk dirinya sendiri seperti program-program ruqyah yang mereka rekomendasikan untuk pasien-pasiennya seperti; rutin membaca Al-Quran,terutama surah Albaqarah,rutin muhasabah,rutin menjaga zikir-zikir khusus,dan umum,rutin meminum air atau madu yang sudah diruqyah,rutin membaluri seluruh tubuh dengan minyak bidara dan zaitun yang sudah diruqyah,dan lain sebagainya.

Ketika peruqyah ini disibukkan oleh perhatiannya terhadap pasien-pasiennya, akibat dari makar setan, maka mereka jauh lebih mudah terkena serangan dari berbagai arah oleh setan-setan dan jin-jin pasie-pasien yang sedang mereka tangani. Mereka diserang dari dalam(setan dan jin yang dari awal sudah berada didalam tubuh), dan setan-setan pasiennya.

Serangan-serangan inilah yang membuat peruqyah ini kadang merasakan ketidak nyamanan, merasakan sakit,bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Untuk itu alangkah baiknya kita tidak terburu-buru untuk meruqyah orang lain sebelum kita sendiri benar-benar sembuh dari penyakit kita sendiri, atau setidaknya kita sudah membangun benteng perisai ghaib dari jin, setan dan sihir seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini yang di kisahkan oleh seorang ustad di group Facebok Ruqyah Syari'ah

Sumber : Ustads Salahuddin Sunnan Al-Sasaki

1 komentar:

  1. Bagus skali isinya.smg bs mnjadi ibrah buat para peruqyah syar'iyyah.aamiin

    BalasHapus